Latihan Fisik yang Mendukung Performa Atlet Curling

latihan-fisik-yang-mendukung-performa-atlet-curling

Latihan Fisik yang Mendukung Performa Atlet Curling. Curling sering dianggap olahraga “santai” karena pemain tak lari-lari atau angkat beban di lapangan. Tapi jangan salah—di balik sapu dan batu 20 kg itu, atlet curling elite punya fisik setara atlet Olimpiade lain. Delivery butuh keseimbangan ekstrem, sweeping bisa bakar 400-600 kalori per jam, dan pertandingan 10 end bisa berlangsung 3 jam nonstop. Di level dunia, tim seperti Kanada, Swedia, atau Skotlandia jalani latihan fisik 10-15 jam seminggu, termasuk gym, cardio, dan latihan spesifik curling. Apa saja latihan yang bikin mereka tetap bugar dan tajam sampai end terakhir? Ini rahasia di balik tubuh ramping tapi kuat para curler profesional. BERITA BASKET

Kekuatan Kaki dan Core untuk Delivery Stabil: Latihan Fisik yang Mendukung Performa Atlet Curling

Delivery adalah gerakan paling teknis: meluncur 40 meter sambil jaga keseimbangan dengan satu kaki di slider, sambil pegang batu 20 kg. Makanya, latihan kaki dan core jadi prioritas utama.

  • Single-leg squat dan pistol squat untuk kuatkan kaki slider.
  • Plank variation (side plank, plank with rotation) minimal 3 menit nonstop.
  • Deadlift dan lunges dengan beban sedang untuk power dorong dari hack.
  • Balance board atau bosu ball untuk simulasi es licin.

Atlet elite seperti Niklas Edin bisa single-leg squat dengan 60 kg tambahan, sementara Jennifer Jones lakukan plank 5 menit sambil angkat kaki bergantian. Core kuat bikin delivery lebih stabil—akurasi lemparan naik 15-20 persen.

Daya Tahan Sweeping dan Cardio Khusus: Latihan Fisik yang Mendukung Performa Atlet Curling

Sweeping adalah cardio terselubung. Satu laga bisa butuh sweeping 100-150 kali per menit selama 2-3 menit tiap end—setara lari interval intensitas tinggi. Latihan favorit:

  • Rowing machine atau assault bike 4×4 menit (90 % max heart rate).
  • Kettlebell swing dan battle rope untuk power lengan dan bahu.
  • Sled push 20-30 meter dengan beban 80-100 kg—mirip gesekan sweeping.
  • HIIT circuit: 30 detik sweeping simulasi (pakai slide board) + 30 detik burpee, ulang 10 ronde.

Hasilnya? Sweeper elite bisa sapu dengan kekuatan konstan tanpa turun 20 % di end 10. Penelitian Kanada tunjukkan atlet curling top punya VO2 max rata-rata 55-60 ml/kg/min—setara pemain hoki atau sepak bola.

Fleksibilitas dan Pencegahan Cedera

Delivery lunge dalam posisi sangat rendah (lutut hampir sentuh es), jadi fleksibilitas pinggul dan pergelangan kaki wajib prima. Latihan rutin:

  • Dynamic stretching sebelum main, static stretching setelahnya.
  • Yoga for curlers fokus pigeon pose dan ankle mobility.
  • Foam rolling tiap hari untuk otot quadriceps dan IT band.

Cedera paling umum: lutut, punggung bawah, dan bahu sweeping. Makanya, program pencegahan seperti “curling-specific prehab” (banded glute bridge, shoulder external rotation) jadi menu wajib. Atlet yang rajin prehab cedera 60 % lebih rendah—bisa main 95 % laga musim tanpa absen.

Kesimpulan

Latihan fisik atlet curling jauh dari image “olahraga santai”: kaki dan core setara atlet figure skating, daya tahan sweeping setara hoki, dan fleksibilitas setara gymnast. Single-leg squat, sled push, yoga, dan HIIT jadi rutinitas harian yang bikin mereka tetap tajam sampai end ke-10. Curling memang “catur di atas es”, tapi yang gerakkan bidaknya adalah tubuh yang dilatih keras—tak ada ruang untuk lemah. Jadi kalau mau jadi curler serius, siap-siap gym sama seringnya dengan sapu es. Karena di curling, otak memang raja, tapi fisik adalah menteri yang setia menjalankan perintah.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *