Perkembangan Kompetisi Lacrosse di Level Internasional. Lacrosse, olahraga berakar dari tradisi suku asli Amerika, sedang mengalami lonjakan global yang menarik. Pada 2025, kompetisi internasional jadi sorotan utama dengan serangkaian event kualifikasi menuju Olimpiade 2028 di Los Angeles dan Kejuaraan Dunia 2027 di Jepang. Dari Eropa hingga Asia, turnamen seperti European Men’s Lacrosse Championship di Polandia dan Pan-American Women’s Championship di AS tunjukkan pertumbuhan pesat—dengan partisipasi tim naik 20 persen sejak 2022. World Lacrosse, badan pengatur global, catat 85 negara anggota aktif, naik dari 68 tahun lalu. Ini bukan cuma soal skor; lacrosse kini jadi simbol inklusi budaya dan kompetisi sengit, dengan AS dan Kanada tetap dominan tapi Eropa dan Asia mulai angkat muka. BERITA TERKINI
Kejuaraan Eropa dan Kualifikasi 2027: Perkembangan Kompetisi Lacrosse di Level Internasional
European Men’s Lacrosse Championship 2025 di Wroclaw, Polandia (9-19 Juli) jadi pembuka jalan menuju Kejuaraan Dunia 2027. Turnamen ini libatkan 25 tim nasional, rekor partisipasi, dengan 7 tim lolos ke Divisi I dan 14 ke Divisi II di Jepang. Polandia, tuan rumah, harap rebut gelar pertama sejak 2016—mereka kalahkan Inggris di final tahun lalu. Tim kuat seperti Swedia dan Jerman sudah siapkan skuad muda, sementara debutan seperti Latvia dan Estonia tunjukkan pertumbuhan grassroots. Event ini tak cuma kompetisi; ia jadi platform pengembangan, dengan klinik pelatihan untuk 500 atlet muda. World Lacrosse sebut turnamen ini “titik balik Eropa”, karena partisipasi wanita naik 30 persen.
The World Games 2025 dan Dominasi AS: Perkembangan Kompetisi Lacrosse di Level Internasional
The World Games 2025 di Chengdu, China (Juli-Agustus) jadi panggung utama lacrosse sixes wanita—format yang bakal dipakai Olimpiade 2028. AS balas dendam atas kekalahan 2022 dengan hantam Kanada 16-8 di final, raih emas pertama sejak 2017. Pool play ketat: AS kalahkan Irlandia, Australia, dan Ceko; Kanada kuasai Pool A lawan China, Inggris, dan Jepang. Semifinal AS vs Australia berakhir 12-10, sementara Kanada vs Jepang 14-11. Australia rebut perunggu lewat golden goal overtime lawan Jepang 13-12. Tim AS, dipimpin pelatih Jenny Munday, pakai roster campur veteran World Championship dan U20—seperti Izzy Scane dari Northwestern. Event ini, dengan 34 cabang olahraga, tunjukkan lacrosse siap Olimpiade: 132 atlet di LA28, dengan 6 tim pria dan 6 wanita.
Pertumbuhan di Asia dan Amerika
Asia mulai bangkit dengan 2025 Men’s U20 World Championship di Jeju Island, Korea Selatan (Agustus). AS buka lawan Kanada 16 Agustus di Gongcheonpo Training Center, diikuti pertandingan lawan Australia dan Inggris. Korea, tuan rumah, harap lolos ke 2027—mereka debut 2016 dengan peringkat ke-12. Pan-American Women’s Championship di Auburndale, Florida (Juni) jadi kualifikasi Tokyo 2026: AS menang emas, lolos bareng Kanada, Australia, dan Jamaika. Heritage Cup 2025 di Providence, Rhode Island, libatkan 32 tim pria—Armenia rebut gelar pertama kalahkan Irlandia. Event ini, fokus pengembangan diaspora, jadi inkubator talenta untuk Kejuaraan Dunia.
Kesimpulan
Perkembangan kompetisi lacrosse internasional 2025 jadi bukti olahraga ini tak lagi milik AS-Kanada semata—Eropa, Asia, dan Amerika Latin ikut angkat derajat. Dari European Championship yang loloskan 21 tim ke Jepang hingga emas AS di The World Games, momentum menuju Olimpiade 2028 terasa kuat. Partisipasi naik, format sixes populer, dan warisan suku asli tetap jadi jantung permainan. Lacrosse bukan cuma cepat dan keras; ia jadi jembatan budaya global. Dengan 85 negara aktif, masa depan cerah—semoga LA28 jadi pesta terbesar sejak 1904.